Skip to main content

Usaha Tempe Bpk Mattosen

PRODUK LOKAL DESA LANTEK TIMOR
Usaha Tempe Bpk Mattosen
Wawancara KKN kelomppok 64 bersama Bpk Mattosen

Tanggal 26 Juli 2016 tepatnya pukul 15.00 WIB kuliah kerja nyata (KKN) kelompok 64 mengunjungi warga yang mempunyai bidang usaha menengah yaitu produksi tempe yang merupakan satu satunyua usaha menengah yang ada di Desa Lantek Timur tepatnya di dusun Masaran. Kami melakukan wawancara untuk memperoleh informasi. Pemilik usaha ini bernama Pak Mattosen, beliau berumur 50 tahun dan memiliki 3 anak. Selain memiliki usaha tempe beliau juga menjadi perangkat desa yaitu kepala dusun Masaran.
Kedatangan kami untuk wawancara disambut dengan ramah oleh Bapak Mattosen beserta istrinya. Sebelum memulai wawancara kami meminta izin untuk menanyakan beberapa hal terkait usaha tempe yang dimilikinya, dan respon Pak Mattosen pun sangat antusias sehingga beliau menceritakan semua proses pembuatan tempe dari awal sampai akhir dan pemasarannya.
Usaha tempe tersebut sudah dijalankan selama 19 tahun yaitu dimulai pada tahun 1997 hingga sekarang. Beliau merintis usaha tempe berawal dari dukungan mertua. Pak Mattosen memproduksi tempe dengan jumlah yang berbeda-beda setiap harinya, setiap hari rabu dan jum’at Pak Mattosen membutuhkan 50 kg kedelai sedangkan pada hari kamis hanya membutuhkan 40 kg kedelai.
Terdapat beberapa langkah dalam pembuatan tempe antara lain:
·      Menimbang kedelai sesuai kebutuhan
·      Merendam kedelai yang sudah ditimbang.
·      Kemudian merebusnya
·      Membelah kedelai menjadi 2 bagian
·      Merendam ulang kedelai yang telah menjadi 2 bagian 12 jam.
·      Mengulitinya/ mengupas kulit kedelai.
·      Mencuci kembali kedelai tersebut kemudian direbus.
·      Setelah kedelai matang kemudian diangin keringkan
·      Memberikan ragi dengan ketentuan 1kg kedelai membutuhkan ½ kg ragi.
·      Memasukkan kedelai yang sudah tercampur kedalam plastik yang telah diberi lubang.
·      Setelah 2 – 3 hari akan menjadi tempe.
·      Menimbangnya.


Produk setengah jadi


Pemasaran tempe Pak Mattosen berada dibeberapa tempat yaitu pasar Dhebung, pasar Tlageh dan pasar Tohkoceng. Selain dibeberapa pasar Pak Mattosen juga menitipkan tempe pada toko-toko yang dipercayainya. Harga tempe ukuran kecil Rp 1000. Ukuran sedang harganya Rp 1.600. 

Comments

Popular posts from this blog

SEJARAH SINGKAT DESA LANTEK TEMOR

SEJARAH SINGKAT  DESA LANTEK TEMOR
Legenda Desa Lantek Temor      Pada zaman dahulu ada seorang bangsawan bernama Kek Lesap / Ki Lesap melakukan perjalanan dari Gunung Sleret ke Gunung Geger. Dalam perjalanan kuda yang ditunggangi Kek Lesap berhenti. Kek Lesap Mencambuk kuda tunggangannya sampai kuda tersebut menerjang pohon asam di dekatnya. Kek Lesap sadar kudanya kelelahan dan haus. Kek Lesap pun mencari air untuk minum kudanya. Kek Lesap mencari kesana kemari tapi tidak menemukan mata air sedikitpun. Hingga akhirnya, kek Lesap menghantam tanah didepannya  dan seketika tanah itu mengeluarkan air, setelah selesai memberi minum kudanya Kek Lesap melanjutkan perjalanan. Seusainya Kek Lesap pergi mata air tersebut menjadi tumpuan air minum masyarakat sekitar dan diberi nama air sumur tantoh, mereka berbondong-bondong antri untuk mendapatkan air. Antri bahasa madura dari Adentek/ Laentek. Sehingga akhirnya daerah itu dinamakan Lantek. Pada Awalnya Desa Lantek sangat luas wilayahnya. kemud…

KKN 64

Deskripsi Desa

Desa ini bernama desa Lantek Timur, yang terletak di Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan, PulauMadura, Provinsi Jawa Timur, Negara Indonesia. Desa Lantek Timur ini, memiliki 5 Dusun yakni Dusun Bashorok, Dusun Nakeleng, Dusun Pererrengan, Dusun Masaran, Dusun Blibis. Desa Lantek Timur ini di kepalai oleh Bapak Klebun atau Bapak Kepala Desa yang bernama Bapak H. Hamdan. Beliau sudah menjabat menjadi Klebun semenjak tahun 1973. Terunjuk jabatan menajdi Klebun ini sudah turun temurun dari sanak keluarga. Sehingga, ketika Bapak Klebun sudah pensiun maka akan digantikan oleh anaknya atau saudaranya.  
Desa Lantek Timur memiliki fasilitas bagi masayarakat yang biasanya dipergunakan untuk keperluan masyarakat yakni memiliki jumlah Masjid di desa Lantek Timur ada 6 Masjid, kemudian Pustu (Posyandu Pembantu ) berjumlah 2 Pustu, dan memiliki Balai Desa sejumlah 1 Balai. Masjid ini tersebar disetiap dusun dari desa Lantek Timur itu sendiri, kemudian untuk Pustu berada di dusun Bashorok dan Pererr…